Showing posts with label AGAMA. Show all posts
Showing posts with label AGAMA. Show all posts

Saturday, July 2, 2016

KEMBALILAH KE MAJELIS ILMU


SEKALI LAGI… KEMBALILAH KE MAJELIS ILMU

“Dahulu ilmu ini adalah sesuatu yang sangat mulia, sebab dari mulut ulamalah ilmu itu di ambil. Namun ketika ilmu itu pindah kedalam lembaran-lembaran buku, lenyaplah cahayanya lalu berpindahlah pada orang yang bukan ahlinya”.
(Imam Al Auza’i -rahimahullah-)
Catt:
Mengambil ilmu langsung dari para ulama/ustadz merupakan sunnah para salafussholeh. Bahkan dulu mereka melarang para penuntut ilmu menimba ilmu dari orang yg hanya mengandalkan bacaan saja tanpa duduk dimajelis ilmu*.
Ibnu Aun -rahimahullah- berkata:
“Janganlah kalian mengambil ilmu kecuali dari orang yang dikenal telah menuntut ilmu dari ulama”
Sulaiman bin Musa -rahimahullah- juga mengatakan: “Ilmu itu tidak diambil dari seorang shohafi**”
(At-Tamhid jilid: 1 hal: 44-45)
Nah dari seorang shohafi saja tidak boleh apalagi dari muridnya Mbah Google..?
Diantara faidah menimba ilmu dari ulama/ustadz adalah:
1. Menghemat waktu
2. Meminimalisir kesalahan
3. Ilmu akan tertanam kuat dalam ingatan, sebab apa yang didengar jauh lebih mudah diingat ketimbang apa yang dibaca.
4. Belajar ilmu dan akhlak dalam waktu bersamaan. Kata orang “Sekali dayung dua tiga pulau terlampau”. Bila ilmu tak didapat paling tidak akhlak sang guru atau ustadz yang kita dapatkan.
5. Meraih ketenangan dan keberkahan majelis serta doa semesta.
Apakah mendengarkan mp3 memiliki hukum yang sama dengan talaqqi..?
Tidak sama dari banyak sisi. Tapi mendengarkan kajian melalui Mp3 atau video insyaallah cukup bagi yg tdak memiliki waktu untuk duduk dimajelis ilmu.
Hanya saja, hukum asalnya adalah duduk di majelis ilmu sebab didalamnya ada musyafahan dan musaa’alah yg tidak bisa dilakukan dengan hanya mendengarkan mp3 saja. Disamping keberkahan, ketenangan, dan janji surga yang diberikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
“Barangsiapa yang menempuh jalan dalam mencari ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga”
Bagi muhasshil yg telah mempelajari rukun ilmu (Ushul Al-Hadits, Ushul Al-Fiqh dan Ushuul Al-lughah) tidak mengapa bila ia membaca langsung dari karya para ulama, namun bila menemukan sesuatu yg sulit untuk difahami hendaknya dia kembali bertanya pada guru pembimbingnya. [1]
Catatan:
*Sebagaima kaidah-kaidah yang pada umumnya memiliki pengecualian, maka kaidah diatas juga terdapat pengecualiannya.
**Shohafy adalah julukan bagi orang yang hanya mengambil ilmu dari buku semata dan tak berguru.
[1]. Faidah diatas kami terima saat menemani syaikh Amir Al Qarawy ke Makkah setahun yg lalu. Beliau adalah Mahasiswa S3 jurusan Aqidah. Merangkap sebagai dosen UIM dan Qari’ tetap syeikh Ali Nasheer Faqihy -hafidzahullah- juga Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaily.
Gambar: Majelis Syaikh Sholeh Al-Ushoimy di masjid nabawi.
________________
Madinah 21 January 2015 M
ACT El-Gharantaly

HUKUM TAKBIR HARI RAYA BERJAMA’AH

HUKUM TAKBIR HARI RAYA BERJAMA’AH

Oleh : Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله سيدنا محمد بن عبد الله و على أله و صحبه و من والاه. أما بعد
1. Takbir di Malam Hari Raya
Bertakbir di malam hari raya adalah merupakan sunnah Nabi Muhammad yang amat perlu untuk di lestarikan dalam menampakkan dan mengangkat syi’ar Islam.Para ulama dari masa kemasa sudah biasa mengajak ummat untuk melakukan takbir baik setelah sholat (takbir muqoyyad) atau di luar sholat (takbir mursal).
Lebih lagi takbir dengan mengangkat suara secara kompak yang bisa menjadikan suara semakin bergema dan berwibawa adalah yang biasa dilakukan ulama dan ummat dari masa ke masa.
Akan tetapi ada sekelompok kecil dari orang yang hidup di akhir zaman ini begitu berani mencaci dan membid’ahkan takbir bersama-sama. Dan sungguh pembid’ahan ini tidak pernah keluar dari mulut para salaf (ulama terdahulu).
Mari kita cermati riwayat-riwayat berikut ini yang menjadi sandaran para ulama dalam mengajak bertakbir secara kompak dan bersama-sama.
A. Berdasarkan Hadits dalam Shohih Imam Bukhori No 971 yang diriwayatkan oleh Ummi Athiyah, beliau berkata :
كُنَّا نُؤْمَرُ أَنْ نَخْرُجَ يَوْمَ الْعِيدِ، حَتَّى نُخْرِجَ الْبِكْرَ مِنْ خِدْرِهَا، حَتَّى نُخْرِجَ الْحُيّاَضَ، فَيَكُنَّ خَلْفَ النَّاسِ فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ، وَيَدْعُونَ بِدُعَائِهِمْ يَرْجُونَ بَرَكَةَ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَطُهْرَتَهُ.(رواه البخاري
Artinya : “Kami diperintahkan untuk keluar pada hari raya sehingga para wanita-wanita yang masih gadispun diperintah keluar dari rumahnya, begitu juga wanita-wanita yang sedang haid dan mereka berjalan dibelakang para manusia (kaum pria) kemudian para wanita tersebut mengumandangkan takbir bersama takbirnya manusia (kaum pria)dan berdoa dengan doanya para manusia serta mereka semua mengharap keberkahan dan kesucian hari raya tersebut”.
Di sebutkan dalam hadits tersebut
فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ
Para wanita tersebut mengumandangkan takbir bersama takbirnya manusia. Itu menunjukan takbir terjadi secara berjamaah atau bersamaan.
Bahkan dalam riwayat imam Muslim dengan kalimat”para wanita bertakbir bersama-sama orang-orang yang bertakbir”
يُكَبِّرْنَ مَعَ النَّاس
B. Yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari sayyidina Umar bin Khottob dalam bab takbir saat di mina
وَكَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُكَبِّرُ فِي قُبَّتِهِ بِمِنًى فَيَسْمَعُهُ أَهْلُ الْمَسْجِدِ فَيُكَبِّرُونَ وَيُكَبِّرُ أَهْلُ الْأَسْوَاقِ حَتَّى تَرْتَجَّ مِنًى تَكْبِيرًا
Artinya : “Sahabat umar bertakbir di qubahnya yang berada di tanah mina lalu penduduk masjid mendengarnya dan kemudian mereka bertakbir begitu penduduk pasar bertakbir sehingga tanah mina bergema dengan suara takbir”
.
Ibnu Hajar Al Asqolani (pensyarah besar kitab shohih buhkori) mengomentari kalimat :
حَتَّى تَرْتَجَّ مِنًى تَكْبِيرًا
Dengan
"أي يَضْطَرِّبُ وَتَتَحَرَّكُ, وَهِيَ مُبَالَغَةٌ فِي اجْتِمَاعِ رَفْعِ الصَّوْتِ"
Bergoncang dan bergerak, bergetar yaitu menunjukan kuatnya suara yang bersama-sama .
C. Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’i ra dalam kitab Al’um 1/264 :
أَحْبَبْتُ أَنْ يَكُبِّرَ النَّاسُ جَمَاعَةً وَفُرَادًى فِي المَسْجِدِ وَالْأَسْوَاقِ وَالْطُرُقِ وَالْمَنَازِلِ والْمُسَافِرِيْنَ والْمُقِيْمِيْنَ فِي كُلِّ حَالٍ وَأَيْنَ كَانُوْا وَأَنَ يَظْهَرُوْا الْتَكْبِيْرَ "
Artinya : “Aku senang(maksudnya adalah sunnah) orang-orang pada bertakbir secara bersama dan sendiri-sendiri, baik di masjid, pasar, rumah, saat bepergian atau rmukim dan setiap keadaan dan di manapun mereka berada agar mereka menampakkan(syi’ar) takbir”.
D. Tidak pernah ada dari ulama terdahulu yang mengatakan takbir secara berjamaah adalah bid’ah. Bahkan yang ada adalah justru sebaliknya anjuran dan contoh takbir bersama-sama dari ulama terdahulu .
Kesimpulan tentang takbir bersama-sama:
1. Pernah terjadi takbir barsama-sama pada zaman Rasulullah dan para sahabat
2. Anjuran dari Imam Syafi’i ra mewakili ulama salaf .
3. Tidak pernah ada larangan takbir bersam-sama dan juga tidak ada perintah takbir harus sendiri-sendiri.Yang ada adalah anjuran takbir dan dzikir secara mutlaq baik secara sendirian atau berjamaah.
4. Adanya pembid’ahan dan larangan takbir bersama-sama hanya terjadi pada orang-orang akhir zaman yang sangat bertentangan dengan salaf.
2. Menghidupkan malam hari raya dengan ibadah
Hukum menghidupkan malam hari raya dengan amal ibadah. Sudah disepakati oleh para ulama 4 madzhab bahwa disunnahkan untuk kita menghidupkan malam hari raya dengan memperbanyak ibadah. Imam nawawi dalam kitab majmu’ berkata sudah disepakati oleh ulama bahwa dianjurkan untuk menghidupkan malam hari raya dengan ibadah dan pendapat seperti ini juga yang ada dalam semua kitab fiqh 4 madzhab. Artinya kita dianjurkan untuk menghidupkan malam hari raya dengan sholat, berdzikir, dan membaca Al-Quran khususnya bertakbir. Karena malam hari raya adalah malam bergembira, banyak sekali hamba-hamba yang lalai pada saat itu maka sungguh sangat mulia yang bisa mengingat Allah di saat hamba-hamba pada lalai.
3. Yang dilakukan Santri dan Jama’ah Al Bahjah
1. Takbir keliling dalam upaya membesarkan syi’ar takbir.
2. Kunjung dari masjid ke masjid untuk melakukan sholat sunnah.
3. Menyimak tausyiah di beberapa masjid yang dikunjungi.
Yang semua itu dalam upaya menjalankan sunnah yang dijelaskan oleh para ‘ulama tersebut di atas. Wallahu a’lam Bishshowaab

Thursday, June 23, 2016

KISAH MENERANGKAN ALLAH ADA DAN TIDAK BERTEMPAT


 

KISAH MENERANGKAN ALLAH ADA DAN TIDAK BERTEMPAT

Mari baca kisahnyaa penting .. Ilmu bangeet nih .. .. .
Kisah Anak Kecil Yg Menumbangkan Ulama Sombong danTersesat Di masa Imam Abu Hanifah msh kecil sekitar umur 7 thn
trdpatlah seorang ulama yg memiliki ilmu luas dn tiada bandingannya pd wktu itu namanya Dahriyyah.
Sluruh ulama pd wktu itu tak mampu menandinginya disaat brdebat,trutama dlm bab tauhid oleh krn dialah yg merasa pintar,
maka muncullah sifat kesombongannya bhkn
na’udzubillah.
akhirnya ia berani mengatakan bhw Allah itu tdk ada . sayangnya para ulamapun tak mampu mengalahkan dia dlm berdebat, lalu pd suatu pagi di kumpulkanlah para ulama disuatu majlis milik Syaikh Himad guru Imam
Abu Hanifah,
dan hari itu Abu Hanifah yg msh kecil
hadir dimajlis itu. Maka Dahriyyah naik kemimbar dan brkata dgn sombongnya.
Dahriyah: Siapkh diantara kalian hai para ulama yg akan sanggup menjawab pertanyaanku?
Sejenak suasana hening, para ulama semua diam,
namun tiba2 brdirilah Abu Hanifah dn berkata
Abu Hanifah: Omongan apa ini?
maka barang siapa tahu pasti ia akan menjawab pertanyaanmu.
Dahriyyah: Siapa kmu hai anak ingusan, berani kmu bicara dgn ku, tdkkah kmu tahu. bhw bnyak yg brumur tua brsorban besar, para pejabat, para pemilik jubah kebesaran mrka smua kalah dn diam dri prtanyaanku kmu msh ingusan dn kecil badan berani menantangku!
Abu Hanifah: Allah tdk menyimpan kemuliaan dan keagungan kpd pemilik sorban yg besar dn para pejabat dn para pembesar, tetapi kemuliaan hanya diberikan kpd al-ulama.
Dahriyah: Apkh kmu akan mnjawab prtanyanku?
Abu Hanifah: Ya aku akan menjawab prtanyaanmu dgn taufiq Allah.
Dahriyyah: Apakah Allah itu ada?
Abu Hanifah: Ya ada
Dahriyyah: Dimana Dia?
Abu Hanifah: DIA, tiada tempat bagi DIA
Dahriyyah: Bgaimana bs dsbut ada bila Dia tak punya tempat?
Abu Hanifah : Dalilnya ada dibadan kmu yaitu ruh,
saya tanya, kalo kmu yakin ruh itu ada,maka dimana tempatnya? Di kepalamu, di perutmu atau di kakimu?
Dahriah diam seribu basa dgn muka malu. Lalu
AbuHanifah minta air susu pd gurunya Syaikh Himad, dn ia brtanya pd Dahriyyah
Abu Hanifah: Apakah kmu yakin di dlm susu ini ada manis?
Dahriyyah: Ya saya yakin disusu itu ada manis
Abu Hanifah: Kalau kmu yakin ada manisnya, saya tanya apkah manisnya ada di bawah, atau di tengah, atau diatas?
lagi lagi Dahriyyah diam dgn rasa malu, lalu abu hanifah menjelaskan:sperti ruh atau manis yg tdk memiliki tmpat, maka seperti itu pula tdk akan ditemukan bagi Allah tempat di alam ini baik di arsy atau dunia ini.
Lalu Dahriyyah bertanya lagi.
Dahriyyah: Sblum Allah itu apa dn stlh Allah itu apa?
Abu Hanifah: Tidak ada apa-apa sblum Allah dn
sesudahnya tdk ada apa-apa.
Dahriyyah: Bagaimana bs dijelaskan bila sblum dn sesudahnya tak ada apa-apa?
Abu Hanifah: Dalilnya ada di jari tangan kmu, apakah
sblm jempol dn apkh stlh kelingking?
Dan apkh kmu akan bsa menerangkan jempol duluan atau kelingking duluan? Demikianlah sifat Allah Ada sblm semuanya ada dn tetap ada bila smua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi hak Allah.
Lagi-lagi Dahriyyah dipermalukan
lalu ia berkata Dahriyyah: Satu lagi pertanyaanku yaitu, apa prbuatan Allah skrg ini?
Abu Hanifah: Kmu tlh membalikan fakta, sharusnya yg brtanya itu di bawah mimbar dn yg di tanya diatas mimbar.
Akhirnya Dahriyyah turun dri mimbar dn
Abu Hanifah naik ke atas mimbar
Dahriyyah: Apa perbuatan Allah skrg?
Abu Hanifah: Perbuatan Allah skrg adlh
menjatuhkan orang yg trsesat sprti kmu kbawah jurang neraka dn menaikan yg benar sprti aku keatas mimbar keagungan.
Maha suci Allah yg tlh menyelamatkan Aqidah ahli sunnah wal jamaah melalui anak kecil ..
Silahkan di share buat bagi ke muslim lain ..
Sumber : Kitab Fathul Majid karya Syekh Muhammad
Nawawi bin Umar Al Jawi Asy Syafi’i

Akibat kebodohan ia dan kawan2nya, bakal terancam penjara



Akibat kebodohan ia dan kawan2nya, bakal terancam penjara

Jangan rugi pendidikan tinggi tapi bagai Anak SD yang suka sembarangan bicara. Perlu ditinjau kembali secara jelas bahwa kesalahan DR. Khalid Basalamah (DKB) bukan hanya urusan dengan rakyat Aceh saja tapi jauh-jauh hari sebelumnya DKB juga telah melakukan kesalahan (penghinaan atau pelecehan) atas amaliah kaum muslimin yang berbeda dengan kelompoknya jauh lebih besar dari penghinaan terhadap orang Aceh. Dan satu lagi kesalahan besar yang dilakukannya yaitu juga telah melakukan penghinaan kepada Orang-tua yang telah bersusah payah melahirkan Sang Junjungan Alam Rasulillah Saw yakni menuduh KAFIR dan ahli neraka terhadapnya.

Apabila orang Aceh siap memaafkan DKB tapi kepada siapa ia akan meminta maaf karena telah menghina Orangtua Nabi? Maka ini, ia tidak lalu bebas dengan kesalahannya sebelum ia meminta maaf kepada Orangtua beserta Rasulullah atas penghinaannya akibat kebodohan yang ia lakukan sendiri. Maka dari sinilah semoga DKB dan kelompoknya agar dapat bertaubat atas kekeliruan ajarannya sebagaimana pula telah difatwakan sesat oleh MPU Aceh.

Melihat dari ciri dan watak khas orang-orang (kelompoknya) maka mereka lah kelompok yang disebut dengan Salafi atau Wahabi. Sedangkan akidah Wahabi atau Salafi ini khusus di Aceh telah justru telah difatwakan sesat-menyesatkan oleh ulama MPU Aceh dalam fatwanya yang bernomor 9 tahun 2014 bab akidah.

Bahkan menurut fatwa MPU itu ajaran Salafi dilarang mengembangkan dakwahnya karena ajaran yang dibawanya tidak sesuai dengan pahaman ajaran Ahlisunnah Waljamaah.

Sunday, June 12, 2016

BINGUNG HUKUM MEROKOK

ADA YG MEMAKRUHKAN,,,
ADA YG MENHARAMKAN,,,
BERIKUT INI DAMPAK POSITIF DARI MEROKOK:
1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
3. Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
4. Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
5. Baik untuk basa-basi / keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte CJDW kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.
6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.
7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
8. Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya:) sehingga se-olah² berkabut.
9. Menghilangkan bau wangi²an ruang bagi yang alergi bau parfum.
10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.
11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah, batuk² dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang lulus).
13. Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
14. Menambah kenikmatan: Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok!
15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.
16. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari.
17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat dikursi… Ha³ penderitaan itu pedih jendral…!!!
18. Film Koboy pasti lebih gaya kalau merokok sambil naik kuda, soalnya kalau sambil ngupil susah betul.
19. Teman boker yang setia.
20. Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir, sehingga seharusnya dicantumkan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan… Gile kali yeee.
21. Menambah kenikmatan waktu be’ol di jamban atau di di sungai…


Tuesday, May 31, 2016

Nyadranan - Produk Nusantara Yang Diislamkan

Nyadranan - Produk Nusantara Yang Diislamkan
Bulan sya'ban telah tiba, sebagian masyarakat kita menamakan bulan sya'ban dengan bulan ruwah. Kata ruwah identik dengan kata arwah, memang keduanya saling berhubungan.
Bulan sya'ban menjadi bulan special, artinya ada beberapa tradisi yang berlaku di bulan ini yang tidak dilaksanakan pada bulan-bulan lain. Diantara tradisi itu adalah menengok makam atau meziarahi kubur orang tua, kakek-nenek, saudara, sanak family, suami atau istri, anak atau bapak yang telah mendahului.
Ada banyak macam nama untuk tradisi ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan atau di akhir bulan Sya'ban. Sebagian mengatakan dengan istilah arwahan, nyekar (sekitar Jawa Tengah), kosar (sekitar JawaTimur), munggahan (sekitar tatar Sunda) dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, hal ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan serasa ada yang kurang dalam melangkahkan kaki menyongsong puasa Ramadhan.
Nyadran adalah salah satu prosesi adat jawa dalam bentuk kegiatan tahunan di bulan ruwah (sya’ban), dari mulai bersih-bersih makam leluhur, masak makanan tertentu, seperti apem, bagi-bagi makanan, dan acara selamatan atau disebut kenduri.
Tradisi Ruwahan, Nyadranan, Gesik Kubur dll. merupakan bentuk akulturasi budaya-agama.
Masyarakat Jawa telah melestarikan turun-temurun tradisi ini. Dan ini merupakan salah satu metode dakwah walisongo. Walisongo mengislamkan nusantara dengan memodifikasi budaya yang tidak sesuai dengan Islam dirubah supaya sejalan dengan Islam dan memiliki nilai positif.
Nyadranan yang mungkin awalnya adalah perkumpulan untuk mengadakan persembahan pada dewa atau arwah ghaib, menjadi satu perkumpulan untuk mengkhatamkan Al Qur’an, berdzikir dan mendoakan arwah para leluhur yang telah meninggal dunia.
Amalan yang ada pada nyadranan saat ini tidak sedikitpun bertentangan dengan ajaran Islam, malah justru sangat diajarkan dalam Islam. Mungkin ada yang mempermasalahkan bahwa nyadranan adalah amalan orang hindu, sehingga bukan bagian dari Islam. Apabila diizinkan menjawab kita akan menjawab, benar bahwa dalil perintah untuk nyadranan memang tidak ada, namun dalil yang melarang pun juga tidak ditemukan.
Berarti hukum tradisi nyadranan tidak boleh dibilang haram, paling tidak hukumnya adalah mubah. Semua tradisi entah ulang tahun atau apapun juga tidak bisa dihukumi wajib atau haram. Untuk menghukumi wajib atau halal harus ada dalil yang jelas, bahkan menggunakan hadits dhoif aja tidak boleh. Tapi yang dihukumi adalah isi dari tradisi tersebut, apabila nyadranan diisi dengan dangdut kita akan katakan haram bukan karena nyadrannya tapi karena dangdutnya.
Lalu apabila nyadranan diisi dengan membaca Al Qur’an, berdzikir dan mendoakan orang tua serta ziarah ke makamnya.
DIMANA LETAK KEHARAMANNYA?
Muhammad Alhabsyi110:
✒️ Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi

AQIDAH WAHABI & AQIDAH YAHUDI

AQIDAH WAHABI & AQIDAH YAHUDI ☆☆
■ Al-Hafidz Abu Sa’id Al-’Ala-i, guru dari al Hafidz Al-Iraqi menyebutkan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Hafidz Muhaddits dan pakar sejarah Syamsuddin ibn Thulun, dalam kitabnya: "Dzakha-ir Al-Qashr pada Halama: 96.
Dalam bentuk manuskrip dari Ibn Taimiyah bahwasanya
ia (Ibnu Taimiyah)mengatakan:
“Sesungguhnya Taurat Tidak Dirubah Lafadz-Lafadznya,
Tetapi ia masih tetap sebagaimana ia diturunkan,
Hanya saja terjadi Penyimpangan pada Penafsirannya”.
■ Syekh Muhammad Zahid Al-Kautsari, dalam
Kitab: Al-Isyfaq ‘Ala Ahkami Al-Thalaq
Cetakan Dar Ibn Zaidun
Halaman: 72
Beliau mengatakan:
“Apabila kita katakan,
Bahwa Islam belum pernah diuji dengan orang yang lebih berbahaya dari Ibn Taimiyah dalam memecah belah umat Islam,
Yaitu mudah dan memberi toleransi kepada Yahudi dan Nashara yang mengatakan Tentang Kitab-Kitab mereka Bahwasanya Lafadznya Tidak Ada Penyelewengan”.
{ Bukti Scan kitab..!! }
●●●●●●●●●
● Inilah Bukti Aqidah Panutan Wahabi (Ibnu Taimiyah),
Dimana Selama ini Didalam fatwa-fatwanya begitu mirip dan sama dengan Aqidah Yahudi dan Nashara...!!
☆ CONTOH:
● YAHUDI.
→ Dalam kitab Yahudi: Safar Khuruj al Ishhah 19 nomor 19
Kaum Yahudi mengatakan:
“Musa berbicara dan Allah menjawabnya dengan suara”.
→ Dalam kitab Yahudi Safar Ayyub al Ishhah 37 nomor 2-6 kaum Yahudi berkata:
“ Suara Allah menggelegar karena heran”.
● IBNU TAIMIYAH.
→ Dalam kitab: "Syarh Hadits An-Nuzul.
Cetakan Dar Al-Ashimah Riyadh.
Catatan kaki oleh Muhammad Al-Khumais
Halaman: 220
= Ibn Taimiyah mengatakan:
"Sesungguhnya ketika Musa dipanggil dari pohon,
Segera Musa menjawab dan meresponnya,
Hal itu dikarenakan Musa merasakan ketenangan ketika mendengarnya.
Kemudian ia (Musa) berkata:
“Sesungguhnya aku mendengar suaraMu dan aku merasakan keberadaanMu”.
→ Dalam Kitab: Al-Asma Wa As-Shifat,
Karya Ibn Taimiyah
Juz 1.
Halaman: 73.
Catatan kaki oleh Mushthafa Abdul Qadir Atha
Cetakan Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah Beirut 1988
= Ibn Taimiyah mengatakan:
“Ketika Musa kembali kepada kaumnya yang terbiasa berbohong kepada Allah,
Mereka anggap remeh kebohongan pada para nabi dan ulama, mereka mengatakan kepadanya
(Musa): "Terangkan kepada kami Kalam Tuhanmu.
Kemudian Musa berkata:
"Kalian pernah mendengar suara petir yang terindah yang pernah kalian dengar...??, Seakan-akan seperti itu”.
● IBNUL QAYYIM.
→ Dalam kitab: "Syarh Nuniyah Ibn al Qayyim".
Karya Muhammad Khalil Haras.
Halaman. 545.
= Al-Haras mengatakan:
”Akan tetapi Al-Qur’an- adalah perkataan Allah yang Ia katakan dengan huruf-huruf dan lafadz-lafadznya dengan suaraNya sendiri”.
= Pada hal. 778 dalam kitab yang sama ia mengatakan:
”Bahkan diriwayatkan bahwa Allah membaca al Qur’an bagi penduduk surga dengan suaraNya sendiri,
Allah memperdengarkan perkataanNya yang merdu kepada mereka”.
● AL-UTSAIMIN.
→ Dalam Kitab: Fatawa Al-Aqidah.
Karya: Muhammad Ibn Shalih al Utsaimin.
Cetakan: Makatabah As-Sunnah dan cetakan pertama 1992 di Mesir.
Halaman: 72.
= Al-Utsaimin mengatakan:
”Dalam hal ini terdapat dalil akan adanya Kalam Allah dan Kalamnya dengan Huruf dan Suara.
Karena yang dimaksud dengan perkataan pasti berupa Suara, jadi jika yang dimaksud kalamNya maka mesti dengan Suara”.
☆ INTINYA:
AQIDAH WAHABI DAN AQIDAH YAHUDI ITU SAMA..!!!!!
————————————————————

Bahaya Paham Radikal

Seorang mufti madzhab Hanbali Syaikh Muhammaad bin Abdullah bin Humaid an-Najdi (w.1225 H) dalam kitabnya al-Suhubu al-Wabilah ‘ala Dhara-ih al-Hanabilah berkata tentang Muhammad bin Abdul Wahhab: “Sesungguhnya dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) apabila berselisih dengan seseorang dan tidak bisa membunuhnya terang-terangan maka ia mengutus seseorang untuk membunuhnya ketika dia tidur atau ketika ia berada di pasar pada malam hari. Ini semua dia lakukan karena ia mengkafirkan orang yang menentangnya dan halal untuk dibunuh.” (Muhammad al-Najdi, al-Suhubu al-Wabilah ‘ala Dhara-ih al-Hanabilah, Maktabah al-Imam Ahmad, hal. 276). Mufti madzhab Syafi’i dan kepala dewan pengajar di Makkah pada masa Sultan Abdul Hamid Syekh Ahmad Zaini Dahlan mengatakan bahwa Muhammad ibn Abdul Wahhab pernah mengatakan: “Sesungguhnya aku mengajak kalian pada tauhid dan meninggalkan syirik pada Allah, semua orang yang berada dibawah langit yang tujuh seluruhnya musyrik secara mutlak sedangkan orang yang membunuh seorang musyrik maka ia akan mendapatkan surga”. (Ahmad Zaini Dahlan, al-Duraru al-Sunniyah fi al-Raddi ’ala al-Wahhabiyah, Kairo: Musthafa al-Babi al-Halabi, hal 46). Itulah pernyataan Muhammad ibn Abdul Wahhab dan kelompoknya yang telah menghukumi umat Islam dengan kekufuran, menghalalkan darah dan harta mereka serta mencabik-cabik kemuliaan nabi dengan melakukan bermacam-macam bentuk penghinaan terhadapnya. Mereka juga terang-terangan mengkafirkan umat sejak 600 tahun, dan orang yang pertama kali terang-terangan dengan hal itu adalah Muhammad ibn Abdul Wahhab, ia mengatakan: “Aku telah datang kepada kalian dengan agama yang baru”. Ia meyakini bahwa Islam hanya ada pada dia dan orang-orang yang mengikutinya dan bahwa manusia selain mereka seluruhnya adalah musyrik. Mufti Ahmad Zaini Dahlan juga menuturkan dalam kitabnya Umara-u al Balad al Haram bahwa orang-orang Wahabi ketika memasuki Thaif mereka melakukan pembantaian massal terhadap masyarakat dalam rumah-rumah mereka, mereka juga membantai orang-orang tua dan anak-anak, rakyat dan pejabat, orang mulia dan yang hina. Mereka menyembelih bayi yang sedang menyusu di depan ibunya. Mereka juga membunuh manusia di rumah-rumah dan di toko-toko dan ketika mereka menemukan sekelompok orang yang sedang belajar al-Qur’an, mereka membunuh semuanya. Kemudian mereka masuk ke mesjid-mesjid dan membunuh siapapun yang berada di dalam mesjid yang sedang ruku’ atau sujud dan merampas uang dan hartanya. Kemudian mereka menginjak-injak mushaf, naskah kitab al Bukhari dan Muslim dan kitab-kitab hadits, fikih dan nahwu setelah mereka membuangnya di lorong-lorong jalan dan parit-parit serta mengambil harta umat Islam dan membagikannya sesama mereka layaknya membagi harta rampasan (ghanimah) orang kafir. (Ahmad Zaini Dahlan, Umara al-Balad al-Haram, hal. 297-298. Ahmad Zaini Dahlan mengatakan: “Sayyid Syekh Alawi ibn Ahmad ibn Hasan al Haddad Ba’alawi dalam kitabnya Jala-u al Dhalam fi al Raddi ‘ala al Najdi al Ladzi Adhalla al ‘Awam mengatakan: Kesimpulannya bagi orang yang mencermati perkataan dan prilaku Muhammad ibn Abdul Wahhab akan mengatakan bahwa ia (Muhammad ibn Abdul Wahhab) telah menyalahi kaidah-kaidah Islam karena ia menghalalkan perkara-perkara yang disepakati akan keharamannya dan status haram tersebut telah diketahui dalam agama oleh semua umat baik yang alim ataupun yang bodoh sekalipun. Juga pelecehannya terhadap para nabi dan rasul, para wali dan orang-orang yang shalih. Pelecehan seperti ini adalah kekufuran dengan ijma’ para imam yang empat. Demikian pemaparan Ahmad Zaini Dahlan. (Lihat al-Durar al-Sunniyah fi al-Raddi ’ala al-Wahhabiyah hal. 57) Dengan demikian menjadi jelas bahwa Muhammad ibn Abdul Wahhab dan para pengikutnya datang dengan membawa agama baru dan bukan membawa agama Islam. Dia pernah mengatakan: “Barang siapa yang masuk dalam dakwah kita maka baginya hak sebagaimana hak kita dan barang siapa yang tidak masuk dalam dakwah kita maka dia kafir halal darah dan hartanya.” (Muhammad bin Abdul Wahhab, Kasyfu al-Syubuhat, Saudi Arabia: Kementerian Wakaf dan Urusan Islam, hal. 7).

Santri Ternakal Dipondok itu Kini Mempunyai Ribuan Santri

Beginilah romo yai...
Santri Ternakal Dipondok itu Kini Mempunyai Ribuan Santri
Suatu saat K.H. Ahmad Umar Abdul Manan (1916 – 1980), pengasuh Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan Solo, memanggil lurah pondok. “Aku minta dicatatkan nama-nama santri yang nakal ya! Dirangking ya. Paling atas ditulis nama santri ternakal, nakal sekali, nakal dan terakhir agak nakal.”
Lurah pondoknya girang bukan main. Karena sudah beragam cara diupayakan untuk mengingatkan santri-santri nakal itu. Tapi hasilnya nihil. Sepertinya mereka sudah beku hatinya.
Dengan penuh semangat, dijalankanlah perintah Kiai Umar tersebut. Nama-nama santri itu ditulis besar-besar dengan spidol. Ternakal fulan bin fulan asal dari daerah A. Nakal sekali fulan bin fulan dari daerah B sampai santri yang agak nakal. Setelah catatan selesai dibuat, kemudian diserahkan kepada Kiai.
Lurah pondok itu menanti seminggu, dua minggu, kok tidak ada tindakan apa-apa. Pikirnya dalam hati, “Kok santri-santri yang nakal masih tetap nakal ya. Kok tidak diusir atau dipanggil Kiai.”
Akhirnya lurah pondok itu memberanikan diri matur kepada Kiai Umar. “Maaf Kiai, santri-santri kok belum ada yang dihukum, ditakzir atau diusir?”
“Lho, santri yang mana?”
“Santri yang nakal-nakal. Kemarin panjenengan minta daftarnya.”
“Siapa yang mau mengusir? Karena mereka nakal itu dipondokkan, biar tidak nakal. Kalau disini nakal terus diusir, ya tetap nakal terus. Dimasukkan ke pesantren itu biar tidak nakal.”
“Kok anda memerintahkan mencatat santri-santri yang nakal itu?”
“Begini, kamu kan tahu tiap malam aku setelah sholat tahajud kan mendoakan santri-santri. Catatan itu saya bawa, kalau saya berdoa mereka itu saya khususkan. Tanya dululah kalau belum paham.”
* * *
Cerita ini pernah saya sampaikan di sebuah daerah di Jawa Tengah. Ada Kiai muda mengundang saya untuk mengisi ceramah di acara khataman quran di pesantrennya. Ada puluhan ribu orang yang hadir. Dalam kesempatan itu saya ceritakan kisah di atas. Saya suka menceritakan kisah ini, karena apa yang dilakukan Kiai Umar sesuai dengan yang dipesankan ayah saya, bahwa mengajar harus lahir batin. Saat saya sampaikan cerita ini, para hadirin tertawa semua. Hanya satu orang yang tidak tertawa. Kiai muda itu terlihat menunduk diam. Pikir saya, “Apa Kiai ini tidak paham yg saya sampaikan atau bagaimana? Kok tidak ada ekspresi apa-apa saat dengar cerita saya.”
Pada saat turun dari podium, saya dirangkul oleh kiai muda itu. Dia membisikkan sesuatu, “Masya Allah, alhamdulillah Gus, jenengan tidak menyebut nama. Sayalah daftar ternakalnya Kiai Umar.”
Kaget, heran dan kagum saya, dengan statusnya dulu sebagai santri ternakal, dia sekarang jadi kiai dengan ribuan santri.
Kisah di atas disampaikan oleh KH. Musthofa Bisri dalam haul KH. Umar Abdul Manan di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo.
*Luar biasa. Kiai-kiai jaman dulu mendidik tidak hanya mengajar secara lisan saja. Tetapi juga dibarengi dengan laku tirakat dan doa. Bahkan, saat santrinya sudah pulang ke rumahpun masih diperhatikan dan didoakan. Dikunjungi, dipantau dan ditanyakan perkembangannya. Itulah rahasia keberkahan ilmu para alumnus pesantren. Doa guru.

Thursday, February 18, 2016

skripsi kimia



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini, kebutuhan manusia dalam berbagai bidang meningkat dengan pesat, diantaranya adalah kebutuhan sandang dan kertas. Sandang merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh setiap manusia, sejalan dengan bertambahnya penduduk dan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka meningkat pula kebutuhan akan sandang dan kertas.
Permintaan akan kebutuhan kertas semakin meningkat, sehingga perlu didirikan suatu perusahaan atau pabrik yang bergerak di bidang produksi pulp. Dengan melihat sumber daya alam Indonesia yang kaya akan bahan baku pulp maupun kertas mendorong didirikannya suatu pabrik pulp dan rayon yang bernama P.T. INTI INDORAYON UTAMA.
Salah satu bagian penting dalam proses pembuatan pulp ialah proses pencucian (washing). Proses pencucian dilakukan setelah melewati proses pemasakan (digester). Pada proses pencucian tahap IV akan diperiksa kadar soda yang tertinggal di dalam pulp dengan parameter Soda Loss. Dimana kadar soda yang layak pada pulp agar produksi pulp layak unrtuk diperdagangkan biasanya maksimal 10 kg/ton pulp. Soda ini akan sangat mempengaruhi terhadap kualitas, keputihan dari pulp yang dihasilkan.




1.2.   Permasalahan
Kegunaan dari parameter ini yaitu agar dapat mengetahui berapa kadar bahan kimia yang dibutuhkan pada proses berikutnya. Sehingga tidak terjadi pemborosan bahan kimia yang akan ditambahkan ataupun kekurangan di proses berikutnya.
Dengan alasan inilah, maka penulis memilih judul “Penentuan Kadar Soda yang Hilang di Tahap Pencucian IV pada Proses Pembuatan Pulp”.

1.3.   Tujuan
Adapun tujuannya sebagai berikut :
a.       Untuk mengetahui kadar soda yang hilang pada tahap pencucian pada proses pembuatan pulp.
b.      Soda yang hilang akan sangat berpengaruh untuk menentukan kadar Na2SO4 yang akan ditambahkan pada proses berikutnya.
c.       Jika kadar sodanya terlalu tinggi maka keputihan pulp yang dihasilkan akan semakin rendah, sedangkan jika terlalu rendah maka mutu pulp yang dihasilkan tidak bagus karena kadar ligninnya sedikit.

1.4.   Manfaat
Manfaatnya adalah dapat memberikan informasi kepada pembaca mengenai kadar soda di pabrik karena jika kadar sodanya terlalu tinggi maka keputihan pulp yang dihasilkan akan semakin rendah maka mutu pulp yang dihasilkan tidak bagus karena kadar ligninnya sedikit.
Soda yang hilang juga akan sangat berpengaruh untuk menentukan kadar Na2SO4 yang akan ditambahkan pada proses berikutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.      Gambaran Umum Tentang Pulp
Pulp termasuk ke dalam polisakarida berupa selulosa yang berat molekulnya 20.000-40.000. Pulp yang merupakan bahan baku industri kertas dan rayon (serat sintesis) termasuk serat tiruan. Proses pembuatan pulp bertujuan untuk memisahkan serat-serat selulosa dari komponen lain yang terdapat dari bahan berserat selulosa.
Menurut Cusey, (1978), sumber utama serat selulosa terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. Serat selulosa sebagai bahan baku pembuatan pulp kertas dapat dihasilkan dari kayu dan nonkayu.
Serat selulosa dari bahan baku kayu menurut penggunaannya dapat dibagi menjadi dua golongan besar :
a.       Kayu daun lebar menghasilkan serat pendek (LBKP = Laubholtz Bleach Kraft Pulp) dengan panjang serat sekitar 1,1 mm (hardwood), seperti Eucalyptus (Eucalyptus sp), Meranti (Shorea sp), Bakau (Rhizopur sp), Kaliandar (Calyandara calthyrsus), Akasia (Accassia mangium).
b.      Kayu daun jarum menghasilkan pulp serat panjang (NBKP = Nadelholz Bleach Kraft Pulp) dengan serat panjang sekitar 2,5 mm (soft wood), seperti Pinus (Pinus sp), Agata (Agathis sp).

2.2.      Komposisi dan Sifat Kimia Kayu
Komponen kimia kayu mempunyai arti yang sangat penting, karena dapat menentukan susunan jenis kayu, juga dengan mengetahuinya dapat membedakan jenis-jenis kayu. Selain itu dapat menentukan pengolahan dan pengerjaan kayu, sehingga didapat hasil yang maksimal pada setiap pengerjaannya. Pada umumnya komponen kimia kayu daun lebar dan kayu daun jarum terdiri atas unsur :
a.       Unsur karbohidrat terdiri dari selulosa dan hemiselulosa
b.      Unsur non-karbohidrat terdiri dari lignin
c.       Unsur yang diendapkan dari kayu selama proses pertumbuhan dinamakan zat ekstraktif
Distribusi komponen kimia tersebut dalam dinding kayu tidak merata. Kadar selulosa dan hemiselulosa banyak terdapat dalam dinding sekunder, sedangkan lignin banyak terdapat dalam dinding primer dan lamela tengah. Zat ekstraktif terdapat di luar dinding sel kayu.
Tabel 1. Komposisi Unsur-Unsur  Kimia Kayu
Unsur
Komposisi
Karbon
50 %
Hidrogen
6 %
Nitrogen
0,04 % - 0,10 %
Abu
0,02 % - 0,05 %
Oksigen
43,85 % - 43,94 %

Menurut Eero Sjostrom, (1998), secara kimia, kayu terdiri dari empat komponen yaitu selulosa, hemiselulosa, lignin dan zat ekstraktif. Berdasarkan perbedaan empat dan penyusun serta jenis kayu, kayu dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu kayu keras (hardwood) dan kayu lunak (soft wood).

Tabel 2. Komponen Penyusun Kayu

Komponen
% Komposisi
Kayu lunak (soft wood)
Kayu keras (hardwood)
Selulosa
40 – 44
43 – 47
Hemiselulosa
25 – 29
23 – 35
Lignin
25 - 31
16 – 24
Ekstraktif
1 – 5
2 – 8

2.2.1.      Selulosa
Selulosa merupakan komponen utama dinding sel kayu yang merupakan polimer glukosa (C6H10O5)n dimana n adalah jumlah pengulangan unit-unit atau n disebut juga derajat polimerisasi (DP). Selulosa dalam kayu mempunyai derajat polimerisasi sekitar 3500, namun pada proses pembuatan pulp, Derajat polimerisasi ini biasanya akan menurun sehingga menghasilkan pulp yang lemah. Selulosa ini adalah merupakan komponen utama dari kayu lunak dan kayu keras dan merupakan polimer dari D-glukosa.
2.2.2.      Poliosa
Disamping selulosa dalam kayu maupun dalam jaringan tanaman terdapat sejumlah polisakarida yang disebut poliosa atau hemiselulosa. Nama hemiselulosa dapat dikutip dari E. Schultze (1981) dan ini didasarkan anggapan bahwa polisakarida ini merupakan pendahulu selulosa. Meskipun dalam bidang ilmu pengetahuan istilah hemiselulosa telah pasti, namun dalam bidang teknis masih sering disalah artikan. Ekstraktif yang terdapat dalam lindi alkalis dari pulp kimia terdiri dari poliosa dan selulosa rantai pendek yang disebut sebagai hemiselulosa atau diartikan sebagai “selulosa rendah”.
Poliosa berbeda dari selulosa karena komposisi dari berbagai unit gula, karena rantai molekul yang membentuk poliosa dapat dibagi menjadi kelompok seperti pentosa, hektosa dan heksosa.
Klasifikasi secara umum untuk semua karbohidrat tumbuhan diketengahkan oleh Asprinall (1973). Sistemnya terdiri atas kelompok-kelompok sebagai berikut :
a.       Selulosa
b.      Hemiselulosa
-          Hinan (homopolimer)
-          Glukomannan (heteropolimer)
c.       Senyawa pektin
-          Galakturonan
-          Arabinan
-          Galaktoran atau arabinogalaktan I (terutama rantai linear)
d.      Polisakarida lain
-     Arabinogalaktan II (rantai bercabang banyak)
e.       Glikoprotein
Kayu lunak dan kayu keras tidak hanya berbeda dalam persentase poliosa total tetapi juga dalam persentase masing-masing poliosa dan komposisi poliosa-poliosa tersebut.
2.2.3.      Lignin
Lignin dapat diisolasi dari kayu bukan ekstraktif sebagai sisa yang tidak larut, setelah penghilangan polisakarida dengan hidrolisis. Secara alternatif lignin dapat dihidrolisis dan diekstraksi dari kayu atau diubah menjadi turunan yang larut. Setelah selulosa lignin merupakan zat organik yang banyak dan penting dalam tumbuhan. Penyatuan lignin ke dalam dinding sel tumbuhan memungkinkan lignin menguasai permukaan bumi, lignin menaikkan sifat-sifat kekuatan mekanik.
Lignin merupakan komponen kimia dan morfologi yang karakteristik dari jaringan tumbuhan tingkat tinggi, dimana lignin terdapat dalam jaringan vaskuler yang khusus untuk pengangkutan cairan dan kekuatan mekanik.
Jumlah lignin yang terdapat dalam tumbuhan yang berbeda sangat bervariasi. Meskipun dalam spesies kayu kandungan lignin berkisar antara 20-40 %. Disamping spesies kayu kandungan lignin dalam dinding sel dan kandungan lignin dalam bagian pohon yang berbeda tidak sama. Sebagai contoh, kandungan lignin paling tinggi adalah pada baatang dan paling rendah terdapat pada cabang dan kulit. Dalam kebanyakan penggunaan kayu, lignin digunakan sebagai bagian internal kayu.
Dalam pembuatan pulp pada proses pengelantangan (bleaching) lignin dilepaskan dari kayu dalam bentuk terdegradasi dan berubah merupakan sumber karbon lebih dari 35 juta ton tiap tahun di seluruh dunia dan sangat potensial untuk keperluan kimia dan energi. Kandungan karbon lignin kayu lunak (60 % - 65 %), pada umumnya lebih tinggi dibandingkan karbon lignin pada kayu keras (18 % - 22 %)
2.2.4.      Zat Ekstraktif
Ekstraktif diartikan sebagai senyawa yang terdapat dalam kayu dan merupakan senyawa-senyawa yang larut dalam pelarut organik baik bersifat polar ataupun nonpolar. Kandungan dan komposisi ekstraktif berubah-ubah diantara spesies kayu tergantung pada geografi dan musim.
Komposisi ekstraktif berubah selama pengeringan kayu, terutama senyawa-senyawa tak jenuh, lemak dan asam lemak terdegradasi. Hal ini penting untuk memproduksi pulp karena ekstraktif tertentu dalam kayu segar mungkin menyebabkan noda kuning (gangguan aneh) atau penguningan pulp. Ekstraktif ini juga dapat mempengaruhi kekuatan pulp, perekatan dan pengerjaan akhir kayu maupun sifat-sifat pengeringan.
Sejumlah kayu mengandung senyawa-senyawa yang dapat diekstraksi yang bersifat racun dan dapat mencegah bakteri, jamur, dan rayap. Ekstraksi dapat memberikan warna dan bau pada kayu. Salah satu ekstraktif disebut resin, suatu nama yang tidak menunjukkan senyawa kimia tertentu tetapi sustu kondisi fisik. Resin dipandang sebagai campuran senyawa-senyawa yang berbeda yang bersifat mencegah terjadinya kristalisaisi.
Meskipun demikian senyawa-senyawa berikut dapat bersifat sebagai komponen resin :
-          Terpen
-          Flavonoid
-          Lignin
-          Aromatik lain
-          Stilbena
Disamping senyawa-senyawa tersebut senyawa organik lain yang terdapat dalam ekstraktif :
-          Lemak
-          Alkohol
-          Asam lemak
-          Steroid
-          Hidrokarbon tinggi
2.3.Proses Umum Pembuatan Pulp di P.T. Toba Pulp Lestari
Kayu batangan diangkut dengan menggunakan logging truk sampai ke area penampungan kayu (woodyard), kemudian diangkut masuk ke dalam debarking drum sehingga akan terjadi pengupasan kulit kayu. Setelah kayu keluar dari debarking drum, kayu akan dibawa ke washing station untuk menghasilkan mutu chip yang diperlukan untuk dimasak. Ukuran dari chip kira-kira tebalnya 4,0 mm dan panjangnya kira-kira 24 mm.
Proses pemasakan kayu yang telah dibuat menjadi chip dilakukan di digester plant. Digester adalah suatu alat pemasak chip dengan menggunakan panas dan reaksi kimia. Bahan kimia yang digunakan adalah kaustik soda (NaOH), natrium sulfida (Na2S), dan natrium karbonat (Na2CO3) yang dikenal dengan white liquor. Pemasakan biasanya dilakukan pada suhu 160-180­oC selama 120-180 menit. Proses pembuatan pulp di P.T. Toba Pulp Lestari dilakukan dengan proses Kraft (secara kimia sulfat). Bubur pulp hasil pemasakan dibawa ke tangki penghembusan (blow tank) yang berfungsi untuk menghembuskan bubur pulp menuju proses pencucian (washing).
Unit pencucian merupakan lanjutan dari proses pemasakan, dimana bubur kayu dari blow tank selanjutnya mengalami proses pencucian pada unit washing, perbandingan antara cairan dan padatan dari bubur pulp sekitar 3-4 %. Temperatur saat terjadi pencucian ±120oC. Bubur kayu yang sudah bersih dimasukkan ke tangki yang disebut unbleach tower dan dilanjutkan pada unit penyaringan dan diteruskan pada unit pemutihan.
Pada unit pemutihan biasanya dilakukan secara bertahap dengan cara memanfaatkan bahan-bahan kimia dan kondisi berbeda pada setiap tahap yang bertujuan untuk menghilangkan lignin sehingga diperoleh derajat keputihan (brightness) yang tinggi.

2.4.      Washing
2.4.1.      Dasar Operasi Washing
Proses pembuatan pulp secara kimia yang dipilih oleh P.T. Toba Pulp Lestari adalah proses Kraft yang berarti kuat dengan menggunakan NaOH dan Na2S yang disebut lindi putih (white liquor). Tujuan pencucian bubur pulp adalah :
1.      Untuk membersihkan (memurnikan) bubur pulp dari lindi pemasaknya.
2.      Untuk menghemat biaya bahan-bahan kimia pemasak agar dapat dipakai kembali.
3.      Untuk mengumpulkan bahan-bahan yang tidak larut yang dipakai kembali sebagai bahan bakar pada tahap pemasakan.
Bila pencucian kurang sempurna akan timbul kerugian antara lain :
-          pada proses pemutihan dibutuhkan pemutih yang besar jumlahnya
-          timbul busa dan lendir yang sangat mengganggu pada proses pembuatan kertas.
Prinsip dan Mekanisme Pencucian :
Dengan penambahan air, bahan-bahan yang terlarut dalam air akan larut sehingga akan didapatkan pulp yang bersih. Penggunaan air untuk pencucian tergantung dari pengolahan kembali sisa pemasakan (recovery,) untuk mengurangi polusi dilakukan penggunaan kembali air pencucian tersebut (water recycling). Pencucian ini dapat dilakukan berulang-ulang (multi stage washing), sehingga didapatkan pulp yang bersih atau digunakan air panas untuk pencucian (memurnikan efisiensi pencucian). Adapun pengaliran air untuk pencucian mengalir lambat supaya terjadi distribusi air yang baik pada pulp tanpa merusak pembentukan lembaran dan mengurangi pembentukan busa.
Bubur pulp yang telah dimasak pada unit pemasakan (digester) kemudian disaring dan dicuci (dibersihkan) dengan menggunakan air. Air berfungsi untuk menghilangkan lindi hitam (black liquor) yang dapat mengotori produk akhir dari pulp.
Sebuah sistem perputaran alat pencuci (washer) adalah serba bertahap, biasanya terdiri dari dua unit sampai lima unit. Tetapi di P.T. Toba Pulp Lestari mempunyai sstem pencucian empat tahap. Air pencuci dan aliran bubur kayu/pulp arahnya berlawanan, yang disebut counter current washing.
Alat pencuci (washer) yang berputar terdiri dari saringan (wire cloth) yang menutupi silinder tersebut. Air pencuci menggunakan shower / spray di permukaan bubur kayu secara terus-menerus.dan airnya turun ke tangki filtrate (dewatered) dengan menggunakan vakum.
Bubur kayu yang sudah dikeluarkan airnya (dewatered) dimasukkan ke suatu alat yang disebut screw conveyor dimana bubur kayu tersebut ditambah air pengencer dan masuk ke tahap kedua washer / alat pencuci. Air saringan tersebut ditampung di tangki filtrate yang letaknya di lantai bawah.
Di dalam sistem serba bertahap, bubur kayu tersebut diencerkan dengan lindi hitam baru yang akan dikirim ke washer tahap berikutnya. Dari sana proses pencuciannya terus diulang. Kekentalan bubur kayu di vat atau dipermukaan washer normalnya 1%. Sedangkan kekentalan bubur kayu sesudah diputar dari washer antara 10 %-14 %.
Dalam hal ini proses pencucian bersifat kontinyu. Dan saat ini telah dibuat indikasi yaitu pencucian atau pembersihan yang cukup efisien, dengan mengandung lebih banyak padatan dalam lindi hitam encer ke evaporator. Filtrat dari lindi hitam sebagian besar disalurkan ke dalam alat penguapan (evaporator). Ini merupakan filtrat pertama. Bilamana pencucian bubur pulp sebelum dipompakan ke dalam evaporator untuk penguapan.
Lindi hitam encer akan mengandung serat (fiber) yang jumlahnya berbeda-beda, tergantung pada kondisi alat penyaring pada digester. Bubur pulp ini akan memberi pengaruh buruk pada penguapan itu, dimana cenderung akan menumpuk dan mengurangi kapasitas pemanasan. Oleh karenanya penyaringan lindi hitam sering dilakukan untuk memperkecil jumlah serat-serat yang akan terbawa ke dalam evaporator ataupun tower evaporasi lindi hitam.
Air panas yang digunakan untuk mencuci di washer# 4 dengan temperatur 70oC. Air pencuci yang dipakai di washer# 4 kemudian dipakai untuk mengencerkan bubur kayu yang akan masuk ke washer# 4 serta untuk mencuci bubur kayu pada washer sebelumnya. Lindi hitam untuk mencuci bubur kayu di washer# 4 dapat memberikan kekentalan / kekuatan untuk masing-masing tahap dan di dalam kotoran bubur kayu untuk masing-masing tahap. Lindi hitam tersebut lalu dipompakan ke bagian evaporator (system recovery) dan bubur kayu yang sudah bersih dari washer terakhir dimasukkan ke tangki yang disebut unbleach tower.
Antara 98 %- 99 % dari bahan kimia yang dipakai keluar dari bubur pulp yang dicuci. Kandungan soda dari bubur pulp maksimal kira-kira 10 kg Na2SO4 per ton pulp kering, dan soda itu begitu kuat terikat pada bubur pulp. Natrium tersebut meninggalkan sistem pencucian (bersama bubur pulp) dalam bentuk natrium sulfat yang bersifat organik yang dinyatakan sebagai Na2SO4.

2.4.2.      Uraian Proses Washing
Dari dua tangki blow hasil dari pemasakan di digester, pulp penyimpanan diencerkan kira-kira 3,0 % - 3,5 % kekentalannya lalu dipompakan ke area pencucian (washing). Dibagian bawah tangki blow diencerkan dengan memakai pompa yaitu pompa liquor 421 PC-301 yang lokasinya di daerah washing. Aliran pulp stock datang dari tangki blow disetel dengan dua aliran katup kontrol FIC-171 dan FIC 172. Pulp stock dimasukkan ke radiscreen, di pipa mau masuk ke radiscreen diencerkan oleh katup kontrol FIC 213 sampai kira-kira 2 % kekentalannya. Pulp yang diterima dari radiscreen masuk ke washer #1 vat dan serat kasar serta serat kayu masuk ke raditrim. Mata kayu dipisahkan lagi dari raditrim dan dikirim ke screw press #1 dan yang diterima di raditrim masuk ke washer #1 vat.
Kekentalan dari tangki blow “A” dan “B” dijaga pada 3,5 % - 4,0 % oleh alat pengukur NIC-169 dan NIC-170. Peralatan raditrim dilengkapi dengan scraptrap yang dapat memisahkan batu, bijian, besi dan material lain dari pulp. Peralatan scraptrap terdiri dari katup isolasi KV-520A, katup KV-520B, katup pembersih / flushing KV-520C, katup kent KV-520D, dan katup dilusi KV-520E. Semua katup ini dioperasikan secara bergantian sesuai dengan kontrol waktu yang ditentukan. Katup flushing dan katup dilusi dalam posisi tertutup selama tempat kosong. Dari radiscreen pulp yang diterima ke washer #1 diencerkan menjadi 1,0 % - 1,5 % kekentalannya oleh katup kontrol FIC-038 sebelum masuk ke washer #1 vat. Serat kasar dan mata kayu diolah kembali oleh raditrim yang mana dipisahkan antara mata kayu dan material yang lainnya. Pulp yang diterima dari raditrim dipompakan kembali ke pipa stock yang ke washer #1. Pulp stock yang masuk ke washer #1, setelah keluar dari washer kira-kira 12 % - 14 %, kekentalannya dan untuk mencuci pulp tersebut diambil dari lindi hitam dari tangki filtrat #2 melalui pompa 421 PC-035 dan aliran lindi hitam tersebut dikontrol oleh FIC-042. Pulp stock yang tebal tersebut masuk ke High Speed Repulper dan Low Speed Repulper (A 007 dan A 008) dan diencerkan menjadi 1,0 % - 1,5 % kekentalannya dengan katup HIV-041 dan pulp stock tersebut masuk ke washer #2. Pulp stock yang tebal dari washer #2 vat kembali dicuci oleh lindi hitam yang kadarnya lebih rendah dari tangki filtrat #3 melalui pompa 421 PC-306 aliran tersebut akan dikontrol oleh FIC-046 dan kekentalan pulp tersebut kira-kira 12 % - 14 %.
Pulp stock yang tebal dari washer #2 dimasukkan ke sebuah repulper A-110 dan pulp tersebut diencerkan oleh lindi hitam dari tangki filtrat #3 melalui pompa 421 PC-304 dan katup HIV-045, dimana stock pulp tersebut dicuci dan ditebalkan di washer #3. Untuk mencucinya digunakan lindi hitam yang berkadar rendah dari tangki filtrat #4 melalui pompa PC-407 dan dikontrol oleh FIC-049. Stock pulp masuk ke sebuah repulper conveyor (A-013) dimana stock pulp tersebut diencerkan lindi hitam dari tangki filtrat #4 dan dikontrol oleh FIC-050 dan masuk ke sebuah tangki yang disebut wash stock tank pada kekentalan kira-kira 4 % - 5 %. Wire washer dijaga agar selalu bersih dengan disepraikan lindi hitam ke wire washer dari pompa 421 PC-307, PC-308, PC-309. Lindi hitam dari tangki foam T-031 dipompakan melalui 421 PC-312 ke saringan lindi hitam (liquor filter) dimana serat dan material kecil dipisahkan sebelum dipompakan ke area evaporator. Lindi hitam yang sudah disaring lalu dikirim memakai pompa 421 PC-313 ke area evaporator dengan sebuah alat pengontrol ketinggian /level control valve) LIC-036.



2.5.      Kehilangan Soda
2.5.1.      Washer Losses
Pada awalnya penekanan washer losses dalam pengembalian / pemutihan bahan kimia, terutama kandungan natrium. Oleh karenanya kehilangan soda (jumlah sisa senyawa natrium yang tidak bisa diambil dari pulp hasil pemasakan) secara tradisional dilaporkan sebagai Na2SO4 yang terbawa oleh bubur pulp hasil pencucian yang ekuivalen dengan jumlah salt cake (bahan-bahan kimia) yang ditambahkan ke dalam sistem pemulihan kembali bahan kimia pemasak untuk menjaga keseimbangan natrium dalam sistem itu. Sehubungan dengan salt cake (bahan-bahan kimia) dalam pulp tercuci adalah sangat kecil serta perbandingan kandungan natrium dalam padatan terlarut juga bisa sangat bervariasi.
Oleh karena itu cara terbaik untuk menentukan kehilangan soda tersebut pertama-tama dihitung sebagai berat kering padatan terlarut per satuan berat pulp kemudian dikonversikan sebagai jumlah senyawa natrium, dalam hal ini misalnya Na2SO4/ton pulp.
Oleh karena setiap pabrik pulp mempunyai perbedaan dalam faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pencucian seperti jenis kayu, proses pemasakan, metode pencucian dan sebagainya. Maka setiap pabrik harus menentukan masing-masing ekuivalen antara kandungan natrium dari berbagai konsentrasi padatan terlarut dalam lindi hitam yang berasal dari berbagai tahapan proses. Selanjutnya, hubungan penentuan Na+ secara mudah dapat dilakukan dengan Metode Atomik Absorbtion atau Flame Photometer dan sebagainya.
Kandungan soda dari bubur pulp maksimal kira-kira 10 kg Na2SO4/ton pulp kering, dan soda itu begitu kuat terikat dalam bubur pulp. Natrium tersebut meninggalkan sistem pencucian (bersama bubur pulp) dalam bentuk natrium sulfat yang bersifat organik yang dinyatakan sebagai Na2SO4. Kehilangan soda didefenisikan sebagai kandungan soda dalam pulp yang meninggalkan sistem pencucian dinyatakan sebagai berat Na2SO4 per ton pulp kering tanur.
2.5.2.      Permasalahan pada Soda Loss
Dibawah ini adalah beberapa kemungkinan penyebab serta tindakan yang disarankan jika kehilangan soda terlalu tinggi :
Tabel 3. Penyebab dan tindakan yang disarankan jika kehilangan soda terlalu tinggi.
No
Kemungkinan Penyebab
Tindakan yang Disarankan
a.
Terlalu sedikit air pencuci yang dipakai pada washer #4
Tambahkan jumlah air pencuci pada batas-batas tertentu sehingga dicapai keseimbangan dengan % solid pada WBL yang dikirim ke evaporator
b.
Tinggi cairan yang terlalu tinggi dalam tangki filtrat akan memperpendek jarak jatuhnya cairan sehingga akan mengurangi gaya vakum dalam washer
Penurunan tinggi cairan dalam tangki dengan memompakannya ke evaporator atau dengan mengurangi jumlah air pencuci yang digunakan
c.
Tinggi cairan yang terlalu tinggi pada vat washer karena adanya busa dan kemasukan udara
Tinggi cairan dikontrol dengan menambahkan defomer
d.
Rendahnya efisiensi washer, terutama pada saat pembentukan lembaran pada drum dan lembaran pulp yang sulit tersangkut
Meningkatkan gaya vakum pada washer
BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1.      Alat-alat
a.           Buret digital                                            pyrex
b.          Oven                                                       ---
c.           pH Meter                                     ---
d.          Neraca analitis                                         preston
e.           Magnetic bar                                           preston
f.           Magnetic stirrer                                       ---
g.          Beker plastik                                           pyrex 500 ml
h.          Vakum sheet                                           ---

3.2.Bahan-bahan
a.             Larutan HCl 0,0969 N
b.            Sampel
c.             Air Destilat

3.3.      Proses Analisa
3.3.1.      Penyiapan Sampel
Pengambilan sampel dilakukan pada tangki yang disebut vakum washer dengan kapasitas 600.000 liter milik P.T. Toba Pulp Lestari. Dalam hal ini pengambilan sampel dilakukan setiap 2 jam sekali apabila pabrik melakukan proses setiap hari.

Proses pengambilan sampel :
Diambil sampel dengan menggunakan ember kecil, dengan cara dicedokkan ember tersebut ke dalam vakum washer IV. Sampel inilah kemudian yang akan dianalisa di Laboratorium Quality Control.
3.3.2.          Cara Kerja
3.3.2.1.        Tahap Penentuan pH
a.           Dimasukkan air destilat hangat dengan suhu kira-kira 60o-70oC ke dalam beker plastik.
b.          Diletakkan beker plastik diatas stirrer bar.
c.           Diaduk dengan menggunakan magnetik stirrer.
d.          Diukur pH air destilat tersebut dengan menggunakan pH meter, lalu ditambahkan HCl ke dalam air destilat hingga pH larutan menjadi 4,3.
e.           Setelah pH larutan menjadi 4,3 lalu ditambahkan sampel ke dalam larutan tersebut sehingga pH larutan menjadi basa.
f.           Ditambahkan kembali HCl ke dalam campuran sampel hingga pH campuran turun menjadi 4,3.
g.          Dicatat volume HCl yang terpakai pada penambahan yang kedua.
3.3.2.2.        Tahap Pembuatan Sheet dan Pengeringan
a.           Sampel dimasukkan ke dalam alat sheeter
b.          Dimasukkan air ke dalam alat vakum sheet lalu dipompa hingga airnya keluar hingga sampel menjadi bentuk lembaran (sheet).
c.           Dimasukkan ke dalam oven untuk dikeringkan dengan suhu kira-kira 105-110oC selama ± 30 menit.
d.          Ditimbang sampel yang telah kering dan dicatat sebagai berat kering.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.Data Hasil Pengamatan
Tabel 4. Tabel Data Analisa
Tanggal
Waktu pengerjaan
V HCl (ml)
Berat kering (g)
Soda loss


27 Januari 2006
08.00
1,14
1,0893
7,20
10.00
1,23
1,0989
7,70
12.00
1,25
1,1621
7,40
14.00
1,53
1,6164
6,51
16.00
1,60
1,5288
7,23

28 Januari 2006
08.00
2,23
2,0782
7,40
10.00
2,35
1,8393
6,33
12.00
2,16
2,2180
6,70
14.00
2,54
2,9125
6,00
16.00
2,20
2,4025
6,30

30 Januari 2006
08.00
2,38
2,3730
6,90
10.00
2,17
2,2968
6,50
12.00
2,20
2,5226
6,00
14.00
2,19
2,5110
6,00
16.00
2,30
2,6373
6,00

31 Januari 2006
08.00
2,22
2,2796
6,70
10.00
2,17
1,9553
7,60
12.00
2,20
1,8895
7,10
14.00
2,19
1,5846
7,10
16.00
2,30
1,8254
7,50

1 Pebruari 2006
08.00
2,15
1,8247
8,11
10.00
2,33
1,3301
6,88
12.00
2,24
2,4678
6,24
14.00
2,18
2,0287
7,39
16.00
2,06
2,2038
6,43
4.2.            Perhitungan
4.2.1.      Mencari Soda Yang Hilang
Keterangan :
a.       VHCl           = Volume HCl yang ditambahkan setelah penambahan sampel
b.      NHCl           = Konsentrasi HCl yang terpakai
c.       Be Na2SO4    = Berat ekivalen Na2SO4 yang dipakai
d.      Berat kering = Berat sampel setelah dikeringkan
Sebagai contoh Untuk Hari Pertama :
SL = 7,2 kg/ton
Untuk sampel yang lain caranya sama. Data ada dalam tabel 4.
4.2.2.      Mencari Rata-rata Soda Loss Per-hari
Rata-rata
Sebagai contoh Untuk Hari Pertama
Rata-rata
Rata-rata SL perhari = 7,208 kg/ton.
Untuk hari berikutnya cara perhitungannya sama. Data ada dalam tabel 5.


Tabel 5. Tabel Rata-rata Harian Soda Loss
Tanggal
Rata-rata Soda Loss Harian
27 Januari 2006
7,208 kg/ton
28 Januari 2006
6,546 kg/ton
30 Januari 2006
6,28 kg/ton
31 Januari 2006
7,3 kg/ton
1 Februari 2006
7,01 kg/ton

4.3.Pembahasan
Kehilangan soda didefenisikan sebagai kandungan soda dalam pulp yang meninggalkan sistem pencucian dinyatakan sebagai berat Na2SO4/ton pulp kering tanur.
Berarti pada hari pertama rata-rata Na2SO4 yang ditambahkan mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 untuk menghilangkan sodanya sebanyak 7,208 kg setiap 1 ton pulp, pada hari kedua dibutuhkan Na2SO4 6,546 kg setiap ton pulp, untuk hari ketiga dibutuhkan Na2SO4 6,28 kg setiap ton pulp, untuk hari keempat dibutuhkan Na2SO4 7,3 kg setiap ton pulp, untuk hari kelima dibutuhkan Na2SO4 7,01 kg setiap ton pulp. Dari 5 hari pengamatan soda loss di P.T. Toba Pulp Lestari masih memenuhi standart perdagangan pulp yaitu sekitar 6-7 kg/ton.
Pada perdagangan pulp kadar keputihan (brightness) sangat mempengaruhi kualitas dari pulp itu sendiri. Dan kadar (keputihan) brightness  itu sendiri sangat ditentukan oleh kadar soda yang hilang pada proses washing 4.
Pada proses washing banyak hal-hal yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kadar soda, oleh sebab itu hal-hal lain juga perlu diperhatikan karena tinggi atau rendahnya kadar soda pada pulp sangat mempengaruhi kadar keputihan (brightness) dari pulp tersebut.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan
Dari hasil analisa yang dilakukan di P.T. Toba Pulp Lestari dapat disimpulkan bahwa :
1.      Range Soda Loss pada analisa 6,28 - 7,3 kg/ton pulp.
2.      Soda Loss sangat penting karena mempengaruhi brightness/keputihan pulp dimana pada perdagangan pulp kadar keputihan ini akan mempengaruhi kualitas pulp tersebut.
3.      Kadar Soda Loss P.T. Toba Pulp Lestari,Tbk masih memenuhi standart perdagangan pulp yang telah ditetapkan yaitu sekitar 7 - 8 kg/ton pulp.
5.2.Saran
Diharapkan kepada analis agar pada waktu menentukan pH-nya lebih berhati-hati dan teliti karena kesalahan sedikit saja dapat merusak hasil analisa dan dapat mengurangi ketelitian hasil kerja.